Home / Materi Bisnis / Inovasi Bisnis Model Startup Sukses di Indonesia Maupun Seluruh Dunia

Inovasi Bisnis Model Startup Sukses di Indonesia Maupun Seluruh Dunia

Inovasi Bisnis Model Startup Sukses – Kali ini saya akan membahas Rahasia Bisnis Startup yang sukses di dunia maya. Materi ini berasal dari partner saya yaitu Dewa Eka Prayoga. Ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana Rahasianya ? Yuk mari kita simak dengan seksama artikel ini.

Inovasi Bisnis Model Startup Sukses

Inovasi Bisnis Model Startup Sukses di Dunia

Insight-Insight Penting yang bisa Anda Ambil dari Inovasi Bisnis Model Startup Sukses.

Akhir-akhir ini Saya banyak mengamati bagaimana startup sukses bisa tumbuh pesat di era digital seperti sekarang dan menghasilkan pundi-pundi rupiahnya.

Saya seringkali penasaran…

- Baca Juga -

Darimana Uber dapat uang, padahal ia tidak memotong tarif yang dibayarkan penumpang?

Darimana Dropbox dapat uang, padahal ia selalu menggratiskan layanan penyimpanan onlinenya?

Darimana Facebook dapat uang, padahal kita setiap hari menggunakannya secara GRATIS?

Darimana Marketplace dapat uang, padahal kita bisa leluasa pasang dan nyimpen produk disana secara GRATIS?

Ternyata oh ternyata….

Ada banyak hal yang belum Saya tahu, mungkin juga Anda, sehingga kita perlu mencari tahu bersama-sama, supaya jadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Berikut adalah secuil catatan-catatan penting yang berhasil Saya bukukan tentang model bisnis mereka dan bagaimana mereka menghasilkan uang secara terus-terusan.

Yuk simak penjelasannya…

Baca Juga :Β Workshop Sniper Strategi Belajar Cara Menghasilkan $10.000 Dari Internet

Pertama *BERLANGGANAN*

Model berlangganan bertujuan untuk mengikat pelanggan dalam periode waktu tertentu, entah bulanan atau tahunan.

Contohnya adalah Netflix dan Dropbox.

Netflix adalah situs layanan video streaming secara online. Pada tahun 2015 silam, valuasi Netflix konon sudah tembus 580 triliun rupiah. GENDENG!

Jika kita masuk ke situs Netflix, akan ada beberapa pilihan yang bisa kita pilih, yaitu Basic, Standard, dan Premium. Sadar atau tidak, semua pilihan mengarahkan kita untuk berlangganan… Cek aja.

Bagaimana dengan Dropbox?

Dropbox adalah situs layanan penyimpanan secara online, baik berupa dokumen, foto, video, maupun data yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja tanpa perlu khawatir hilang atau rusak. Gilanya, pada tahun 2016 lalu, Dropbox berhasil menggaet hingga 500 juta user dari seluruh dunia. WOW!

Disadari atau tidak, Dropbox sendiri memiliki model bisnis berlangganan. Bahkan, Saya pribadi sampai saat ini berlangganan Dropbox, karena memang membantu banget dalam penyimpanan data secara online. Mungkin Anda juga merasakan…

Apa kesamaan Netflix & Dropbox?

Selain sama-sama menggunakan model berlangganan, juga menawarkan FREE TRIAL terlebih dahulu sebelum menawarkan penggunanya berlangganan.

Netflix free trial 1 bulan GRATIS.
Dropbox free trial 2GB GRATIS.

Harapannya, ketika kita selaku pengguna merasakan manfaatnya dan suka, maka kita akan upgrade ke kayanan yang berbayar dan berlangganan.

“Di Indonesia, adakah yang menggunakan model bisnis BERLANGGANAN?”

Ada. Contohnya: Jurnal.id & Kirim.Email.

Jurnal (dot)id adalah layanan yang memudahkan UKM dalam melakukan pencatatan dan pembukuan. Jurnal menawarkan paket Starter, Pro, dan Entreprise untuk program berlangganannya.

Sementara Kirim(dot)Email menawarkan paket berlangganan berupa paket bulanan, triwulan, maupun tahunan.

Silakan cek & kunjungi webnya disini:
>> http://kirim.email
(Bukan Link Affiliate)

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Kedua *FREEMIUM*

Model freemium mendodong pelanggan mencoba layanan free (gratis) terlebih dahulu sebelum membeli/membayar.

Jika mereka menyukai, mereka akan mengupgrade ke layanan premium yang disediakan dengan fitur yang lebih banyak dan lebih lengkap.

Contohnya adalah HootSuite & Mailchimp.

HootSuite adalah layanan pengelola akun sosial media secara cuma-cuma dengan jumlah akun maksimal 3. Jika ingin lebih dari 3 akun, ya upgrade ke premium. Bayar woy… πŸ˜€

Bagaimana dengan Mailchimp?

Mailchimp adalah layanan autoresponder untuk melakukan email marketing, menyimpan database pelanggan, blast email secara rutin, dan otomatisasi marketing melalui email.

Program free trial yang ditawarkan adalah 2000 kontak dan bisa ngirim sebanyak 12.000 email per bulan. Kalau mau lebih, ya bayar dong…

“Di Indonesia, adakah yang menggunakan model bisnis FREEMIUM?”

Ada. Contohnya: SuperSoccer.

SuperSoccer adalah layanan tv streaming online yang menayangkan pertandingan sepak bola di dunia. Sebelum menawarkan program langganannya, SuperSoccer memberikan penawaran FREE TRIAL terlebih dahulu untuk merasakan program siarannya. Saya pribadi sekarang ‘korban’ program SuperSoccer ini. Hehe :sweat_smile:

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Ketiga *KEANGGOTAAN*

Inovasi Bisnis Model Startup bisnis ini biasa mengacu pada komunitas atau grup tertentu, sehingga untuk mendapatkan konten yang disediakan di grup tersebut, pelanggan mesti menjadi anggotanya terlebih dahulu.

Sekilas jika Anda perhatikan, model bisnis keanggotaan mirip-mirip dengan berlangganan. Bedanya, model keanggotaan lebih mencerminkan keikutsertaan seseorang pada komunitas atau grup, sementara model berlangganan lebih menekankan pada biaya rutin yang harus dibayarkan setiap bulan/tahun oleh penggunanya.

Kalau keanggotaan anggotanya disebut member, kalau berlangganan penggunanya disebut subscriber. Kebayang ya?

Jadi, fokus utamanya bukan pada uangnya, melainkan platformnya sendiri yang saling sharing minat yang sama di situs tersebut.

Contohnya: The Guardian.

Situs media online ini menerapkan model bisnis keanggotaan dengan mengenakan biaya 49 dolar pe tahun.

“Di Indonesia, adakah yang menggunakan model bisnis KEANGGOTAAN?”

Ada. Contohnya: Monster Affiliate.

Linknya >> http://monsteraffiliate.co

Program course online yang dibuat oleh Saya & Mas Andrie ini menggunakan model bisnis keanggotaan. Mereka yang bisa join member adalah mereka yang sudah bayar uang di muka. Untuk update konten video berikutnya, mereka akan mendapatkannya secara cuma-cuma, alias GRATIS.

Selain Monster Affiliate, ada juga Jago Jualan. Komunitas yang diresmikan bulan April lalu ini baru saja merilis platform pembelajaran online yang bisa diakses secara GRATIS oleh para membernya.

Silakan join di >>http://jagojualan.co

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Keempat *IKLAN*

Inovasi Bisnis Model Startup pada Model iklan ini diterapkan bila situs atau aplikasi startup telah dibanjiri pengunjung, sehingga para pengiklan tertarik memasang iklannya di mereka.

Contoh: Facebook.

Sosial media yang telah diakses lebih 1 miliar orang di dunia ini menjadi contoh nyata bagaimana model bisnis iklan bisa dijalankan.

Big Data yang dimiliki Facebook bisa dimanfaatkan pengiklan seperti kita untuk menarget orang-orang secara spesifik. Akhirnya, muncullah FB Ads.

Konon katanya, di kuartal satu tahun 2016 kemarin, pendapatan Facebook mencapai sekirar 55 triliyun rupiah. Sadis!

Contoh lain adalah Google.

Jelas, jangan dipertanyakan lagi. Bahkan hampir setiap hari kita Googling. Bener gak? Bukan banjir trafik lagi, tapi tsunami…

Makanya big data yang dimiliki Google dimonetize kepada para pengiklan melalui Google Adwords dan Google Display Networks.

“Di Indonesia, adakah yang menggunakan model bisnis IKLAN?”

Ada. Contohnya: Detik & Kaskus.

Denger-denger katanya, pendapatan iklan Detik & Kaskus sudah mencapai ratusan miliar per tahun. Hm, amazing!

Gimana, tertarik?
Gak gampang kaleeee.. :sweat_smile:

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Kelima *SEWA*

Model sewa diterapkan dengan tujuan agar para penguna tidak perlu membeli dan mengeluarkan uang besar di awal, tetapi tetap bisa menggunakan produk yang ingin disewa dalam kurun waktu tertentu.

Contohnya: Airbnb.

Airbnb memfasilitasi para pemilik properti untuk menyewakan kamar-kamarnya yang tidak digunakan kepada tamu. Konon kabarnya, valuasi Airbnb mencapai 24 miliar dollar 3 tahun yang lalu. Tahun ini, tentu lebih besar. Dahsyat!

Coba perhatikan baik-baik, Airbnb bukan hanya melakukan inovasi pada produk, proses, atau teknologinya, melainkan pada model bisnis yang dijalankannya.

Di Indonesia, banyak yang menggunakan model bisnis ini. Misalnya: penyewaan drone, penyewaan kamera, penyewaan LCD, dll.

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Keenam *DIGITALISASI*

Model digitalisasi adalah model mendigitalkan produk atau layanan fisik offline menuju layanan online.

Jenis produk atau layanan yang dapat didigitalisasikan sangat luas, termasuk makanan. Jadi, pesennya online, diantar offline. Jelas atuh, masa makannya online :joy:

Contoh: GoFood.

Dengan adanya layanan GoFood di aplikasi Gojek, tentu ini memudahkan kita yang memiliki sifat MAGER (males gerak).

Lapar dikit, masuk aplikasi Gojek, pilih GoFood, pesen deh makanannya. Hal ini adalah bagian dari digitalisasi produk.

Jadi, bukan berarti model digitalisasi mengharuskan produknya bener-bener digital. Enggak… Produk fisik juga bisa.

Contoh lain yang mengikuti model digitalisasi adalah Ace Hardware. Tahun lalu, perusahaan ini mendigitalkan diri masuk ke dunia online dengan meluncurkan website ruparupa(dot)com.

Saya pribadi di Billionaire Coach begitu. Dulu kalau mentoring itu harus dilakukan secara offline, sekarang mentoringnya bisa dilakukan secara online, digital.

Lahirlah http://JagoFBAds.com , http://MahirCopywriting.com , http://MelekFinansial.co Itu dalam rangka model bisnis digitalisasi juga.

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Ketujuh *REKENING VIRTUAL*

Model rekening virtual ini mendorong untuk menyimpan kredit sebanyak-banyaknya dan diisi berulang kali sehingga konsumen kontinu menggunakan produk atau memesan di layanan website startup tersebut.

Contoh: Gojek.

Dengan adanya GoPay, Gojek mendorong pengguna layanan Gojek untuk membiasakan diri membayar layanannya dengan cashless. Pengguna Gojek melakukan deposit sejumlah uang tertentu ke rekening Gojek dan masuk ke rekening GoPay mereka. Untuk mendorong pemakaian GoPay, Gojek memberikan insentif kepada pengguna dengan menawarkan DISKON 50dari biasanya. Saya pribadi pernah jadi ‘korban’ nya pas baik Gojek. Pinter kan ya? Hehe

Contoh lain: Tokopedia & Bukalapak.

Di Tokopedia dikenal Saldo Tokopedia.
Di Bukalapak dikenal BukaDompet.

Cerdas lah pokoknya…

Nah, apa insightnya buat Anda? ✍🏻

Demikian secuil catatan Saya tentang inovasi bisnis model startup di era informasi seperti sekarang.

Jadi, dapatkan uang itu gak harus jualan. Jualan pun gak harus dari penjual ke pembeli. Enggak. Banyak model bisnisnya. Banyak cara monetizenya.

Termasuk, produk itu gak hanya fisik aja, digital juga ada. Jangan diremehkan…

Bagaimana menurut kamu dengan artikel Inovasi Bisnis Model Startup ini ?

Jika kamu ingin belajar lebih lanjut mengenai Apa itu Bisnis yang Sebenarnya kamu bisa join Online Workshop Sniper Strategi. Pada workshop ini kamu akan belajar Bisnis Online yang paling Β dasar hingga ke profesional layaknya bisnis Startup. Dan pastinya kamu juga akan mendapatkan Inovasi Bisnis Model Startup ini.

Sampai jumpa di Workshop πŸ™‚

About DosenOnline

Sumber Informasi mengenai Bisnis Online terbaru sesuai Trends Masa kini tentang Berita Cryptocurrency, Bitcoin, Alt Coin, Bisnis MLM, Bisnis Dropship, Bisnis Affiliate dan LCFHC. Terlengkap dan Gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *